Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Isma’il, meresmikan program bank sampah di sekolah dan hijau sekolahku di SD Pemuda Bangsa, Raden Saleh, Sukmajaya, Depok. Peresmian tersebut yang dirangkai Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa akan dilaksanakan oleh 66 sekolah di wilayah Kecamatan Sukmajaya, Depok. Nur Mahmudi menjelaskan bahwa program bank sampah ini diluncurkan tujuannya untuk membudaya sejak dini membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pemilahan sampah.
Sampah an organik dapat dijual atau diberikan kepada bank sampah, sedangkan sampah organik dapat dijadikan kompos. “Kebersihan menjadi kebutuhan bagi anak, sehingga menghasilkan lingkungan yang bersih. Anak-anak juga harus dibiasakan mencuci tangan sebelum makan,” ujarnya. Menurut Nur, dengan adanya program bank sampah itu maka akan mengurangi beban TPA Cipayung yang setiap harinya masuk 3.600 meter kubik sampah. Program ini sangat membantu program pemerintah yang tertuang dalam RPJMD 2011-2016 yaitu Depok Kota Bersih. “Kegiatan ini harus diikuti wilayah lainnya. Dengan mengedepankan green future maka budaya hidup bersih dapat terlaksana di semua lini masyarakat Depok,” tuturnya.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok, Ulis Sumardi mengatakan Sosialisasi Pemilahan Sampah sudah dilakukan ke kelurahan-kelurahan. Bahkan pihaknya telah membentuk satgas sampah di setiap kelurahan. Sedangkan satgas sampah di tingkat RT dan RW sedang dalam proses pembentukan. “Kami mendukung bank sampah berada di sekolah-sekolah. Karena itu kami akan terus memantau program itu,” paparnya.
sumber : depok.go.id















